Ramadhan Flat
Ramadhan kali ini terasa begitu biasa saja dan sedikit membosankan… Asstaghfirullah. apa yang aku katakan ini. bukankah Ramadhan adalah bulan penuh berkah, keajaiban, dan ampunan, kenapa aku belum merasakannya. aaahh ini mungkin karena ramadhan baru 4 hari jadi belum terlalu terasa. mungkin juga kualitas iman dan takwa ku yang kurang, aku mengaku sudah tak serajin dulu berdzikir dan berinstropeksi diri, sekarang aku terkesan biasa saja menghadapi ramadhan… ya allah ampuni dosa hambamu ini. seharusnya setelah apa yang allah berikan padaku membuatku begitu kuat mempertahankan dan mempertebal iman, eeeh kok malah aku jadi males - malesan gini ya….
apa yang allah kasih tidak lebih dari sekedar cukup, tapi berlebih. apa lagi coba kalau keinginan yang tercapai. allah memberikanku pilihan yang tepat untuk menjalani takdir ini. ini memang nasib, yyaa nasib…bukan nasib dalam konotasi negatif tapi nasib dan takdir yang membawaku ke tempat seharusnya dimana aku berada. aku sempat merasa tak percaya lagi dan putus asa, tsuudzzaan terhadap tuhanku sendiri, sungguh jahat aku ini. aku memang tak pantas disebut sebagai hamba allah, sungguh aku sering merasa malu bisa dapat begitu banyak kebahagiaan tapi tak aku imbangi dengan ibadahku yang compang-camping. iichh… aku malu. aku malu pada allahku…
walau bagaimanapun aku harus tetap memberikan yang terbaik untuk allah, keluarga dan diri sendiri. aku akan berusaha semampuku untuk tetap berpegang teguh pada ajaran islam. semoga di bulan ramadhan ini aku menjadi lebih baik…


